Senin, 04 April 2011

Nostalgia Kotak Biru

  "Braakk!" bunyi debam pintu berplitur putih dibanting, masuk lalu merebahkan diri di ranjang bermotif lebah madu kuning, Sofian nampak frustasi dan sedikit kalap.Handphone yang sedari tadi digenggamnya digeletakan begitu saja disudut kamar, bersama lusinan buku yang ditumpuk sembarang. Kamar Sofian cukup cerah dengan warna hijau salem, namun tak mampu membuat cerah benak dan piliran panas yang berpusing dikepala sofian sedari tadi. Nampaknya bertengkar lagi dengan seseorang yang biasanya membuat ia cerah .Bangun, berjalan kepojok selatan kamar, Sofian meraih gagang pintu lemari bergambar kucing ethar yang menaiki skate board, membukanya dan mengambil beberapa barang.Sofian menyingkirkan tas kecil,map plastik kaku biru yang berisi soal soal jam ke 0, lembar kertas Rapor semester 1 yang lusuh dan terlihat horor, lalu mengambil dua buah benda ; penggaris plastik 30 cm yang lunglai, nyaris seperti sampah dan kotak kayu besar biru yang terawat baik.Ada begitu banyak benda didalam kotak itu.

     Sofian naik ke ranjang.Dering Ringtone Handphone diabaikannya,mata dan perasaannya lebih fokus pada kotak kayu biru yang ada dipangkuannya. " Kotak ajaib..tolong buat semua rasa ini menjadi lebih mudah..kuharap-" jelas benar bahwa itu adalah kalimat pengharapan untuk mendapat perasaan yang lebih nyaman dari apa yang ia rasakan saat ini,berbisak pelan,sofian membuat monolog,bersua dengan tembok dan dirinya sendiri. Kotak biru ini jarang sekali ia buka, kecuali dalam rangka mereparasi kekacauan perasaanya.Kotak biru yang berisi kenangan 3 tahun terakhir ini adalah benda ajaib,tak pernah gagal melukiskan senyum digurat wajah sofian.Membuka kotak, mengeluarkan beberapa barang,Sofian memulai kegiatan ini.

    Sofian mengambil bungkusan plastik transparan yang terlihat mewah,didalamnya ia bisa melihat beberapa benda ; PCM merah putih, kopiah hitam dengan lencana garuda emas,sepasang Evolet mengkilat hijau bergambar teratai, dan sarung tangan rajut putih yang masih terawat baik."PASGA 12.." ia berucap lirih sambil tersenyum,mengingat apa yang ia alami beberapa tahun terakhir. Selalu membuatnya berdebar hebat saat melihat benda benda itu." Jika aku Voldemort.. aku akan menjadikan benda benda ini sebagai Horcrux yang membuatku abadi".Sayang pikiran busuk sofian terlalu fiktif. ''Wahhh..." Sofian nyengir idiot saat melihat bungkusan plastik ke 2, isi bungkusan ini masih bertema sama dengan yang pertama,namun isi nya jauh berbeda rupa ; Kertas SEGI DUA BELAS dengan peniti emas, uang 500 rupiah bergambar monyet,uang logam 50 rupiah,uang kertas 100 rupiah,mantel kelalawar berwarna merah, lilin merah-putih, dan yang paling faforit adalah sebuah foto, foto sosok Sofian yang terlihat lebih ramping dengan baju keagungan putih, bersama dua lusin lebih teman temanya yang berpenampilan sama."Hahahahahaha" tawanya renyah.Kemudaian Sofian berbaring sesaat,memejamkan mata,tersenyum sendiri,lalu bangkit meraih benda selanjutnya.

   Benda-benda selanjutnya berbicara banyak tentang seorang gadis yang disayanginya.Indah Fitriani.,enggan bermain dengan emosi nya,takut menjadi melankonis seperti bukan laki-laiki, sofian tersenyum menghibur diri. Liontin perak dengan siluet bocah perempuan,yang nampaknya--atau memang sebenarnya-berposisi bergandenagn tangan (tentu saja dengan bagian satunya), Kaleng yang ditempel kain flanel  berwarna orange jeruk dan gambar popay yang ditempel ditengahnya,puluhan lintingan kertas kecil yang dimasukan kedalam potongan sedotan berbagai warna (berisi pesan singkat) dengan makna tergantung warna sedotan,yang pastinya sofian paham benar apa isinya namun enggan membukanya karena takut merusaknya dengan tangan cerobohnya. Melirik kebarat, Sofian meraih bantal berbentuk tangan gempal yang lagi lagi berwarna Orange jeruk,tiap malan jadi teman tidurnya.Kalau saja ukuran bantal ini tidak jumbo,mungkin sofian akan berfikir untuk mendaftarkannya menjadi anggota barang dalam kotaknya.Puluhan foto, lusinan surat,dan puluhan benda lain yang terlalu privasi untuk dideskripsikan gamblang.Sofian mengamati benda benda ini perlahan dengan berbagai macam ekspresi ; tersenyum, tertawa, melamun bego,atau bahkan sedikit-mungkin lebih- terharu.Sofian keluar kamar sejenak, bergumam pada dirinya sendiri tentang hal alasan klise "cari udara segar" yang alih-alih jadi argumen jastifikasi pembenaran untuk lari dari sesuatu."LOVE Yah?"

    Kembali kekamar setelahnya, jam menunjukan kalau sekarang sudah terlampau larut malam,pukul 01.17,sialnya, mata sofian masih belum terlalu akrab dengan perjodohan peraduan.Memutuskan untuk melanjutkan kegiatan ini,Sofian bersimpuh diteras putih marmer kamarnya,menghela nafas,lau kembali bermain denagn Kotak Birunya. "OSIS GANESHA" waahhh ; foto-foto kegiatan,KT,MOS, Album kenangan,Buletin Ganesha, siluet jas biru,teman teman moron, buku agenda setebal 4 cm,hitam,bersampul kulit dan berlabel ketua, kartu peserta berbentuk kupu kupu dan Genesha yang mati matian dibuatnya dengan kekurangcakapanya menggambar,dan foto rapi siswa berjas biru,berderet dengan senyum formal namun hangat,3 generasi.Sofian tak banyak menyimapn benda benda tentang OSIS,lebih banyak menyimpan kenangan abadi di pikiranya,tentang kakak kakak yang ia kagumi, sahabat-sahabat kental yang ia anggap keluarga,adik adik bandel yang ia cintai,dan tanda setumpukan foto,surat-surat dan yang paling mengagumkan adalah surat yang ditulis langsung oleh tokoh kharismatik berjenggot perak panjang yang amat ia hormati." Bagian kenangan ini, apapun akan kulakukan untuk bisa mengulanginya berulang kali" ahh suka berkhayal rupanya sofian,tipologi 4.


     Masih banyak yang harus kulakukan untuk menyelesaikan masa putih abu-abu

Sofian membaringkan diri,menarik badan kedalam selimut,tidak membereskan barang-barangnya karena sudah terbujuk rasa lelah,membuka matanya sejenak, mengusap matanya yang merah dan berair (pastinya bukan disebabkan hadirnya rasa kantuk),lalu terlelap begitu saja,seperti ribuan malam sebelumnya.


Putaran Waktu mampu memisahkan segalanya, namun Kenangan tak pernah gagal untuk mempertemukanya kembali.

2 komentar: